Dengan Kegigihannya, Ia Dapatkan Restu Orang Tua

Lukman Santosa
Lukman Santosa

Lpmarena.com, Siang itu awan mendung menyelimuti kota Yogyakarta. Beberapa orang segera mencari tempat berteduh untuk menghindari hujan yang tiba-tiba turun. Namun berbeda dengan Lukman Santoso, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) yang lebih memilih tetap berdiri di Depan Gedung Multi Purpose (MP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ketika ditemui ARENA, Minggu (30/11). Lelaki berumur 25 tahun asal Mojokerto, Jawa Timur itu dikenal sebagai pelukis ulung karena prestasi-prestasi yang diraihnya.

Lukman, begitu panggilan akrabnya. Berbadan kurus tinggi dan sedikit berkumis, ia nampak begitu antusias ketika menceritakan keluh kesah dan prestasi yang telah ia dapatkan. Mahasiswa jurusan Seni Murni (SM) fakultas Seni Rupa ISI ini hampir setiap hari melukis potret wajah.Dan hampir seminggu sekali dia selalu mengadakan pameran lukisan bersama teman – temannya di galeri – galeri Yogyakarta.

Saat awal semester dua, ia telah berhasil merebut juara pertama kategori pelukis cat air terbaik di kampusnya. Prestasi itu pun dapat ia pertahankan hingga tahun 2012 ia masuk 10 karya terbaik Pekan Seni Mahasiswa Nasional XI (Peksiminas XI) seleksi DIY. Tahun berikutnya masuk di UOB ”Painting of The Year” Jakarta dan hingga saat ini, ia berhasil merebut juara pertama sayembara karikatur 2014 yang diadakan LPM Arena dan Bina Desa beberapa bulan lalu dengan tema “Petani Kecil Menggugat Takdir”.

Cerita kesuksesan Lukman bukanlah tanpa hambatan. Ia sempat tak mendapat dukungan ketika ia memutuskan berkuliah di ISI. “Ah, mau jadi apa kau Nak, kuliah kok ngambil jurusan Lukis,” ungkap Lukman mencerikanan pendapat orang tuanya dulu. Tetapi Lukman tak patah semangat, dia berusaha meyakinkan, menjelaskan, dan membuktikan apa yang telah menjadi pilihan hidupnya. Dan akhirnya dengan prestasi yang berhasil dicapai, pihak keluarganya kemudian mendukungnya.

Baca juga  Pemenang Sayembara Karikatur 2014

 

Ketika ditemui di Depan MP hari Minggu (30/11) dia menjelaskan bahwa sebenarnya dia tidak ada keturunan dari keluarganya dalam bidang lukis melukis, tetapi kemungkinan dari kakeknya yang seorang tukang kayu yang bisa dibilang kalau saat ini adalah seorang arsitek. “Dahulu ketika kecil pas maen ke rumah kakek sering dibuatin gambar-gambar mbak, kaya petani lagi mencangkul dan sebagainya,” tuturnya. (Anis N. Nadhiroh)

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of