Berkat Usaha Keras, Ia Gapai Harapan

Doc. Pribadi
Doc. Pribadi

Tak sulit bagi ARENA untuk menemui Amin Sahri, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Sosoknya yang sederhana dan apa adanya membuatnya bisa berkawan dengan siapapun. Berawal dari keinginan untuk mengubah nasib dan mencari kawan baru, dia datang ke Yogyakarta untuk kuliah. Karena kondisi keluarganya yang tergolong lemah ekonomi ia mencari kampus yang murah tapi berkualitas. Akhirnya dengan jalur SMPTN ia menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

Sejak kecil, sekolah menjadi persoalan dilematis bagi Amin, setelah menyelesaikan bangku SMP ia sempat bekerja menjaga toko mainan anak-anak selama satu tahun karena keluarganya tak lagi mampu membiayai. Beruntungnya, setelah itu seorang kontraktor bernama Pak Samsul bersedia membiayai sekolah dan kebutuhan sehari-harinya. Walaupun di sisi lain ia merasa tidak enak karena merepotkan orang lain. Karena ingin sekolah sambil belajar agama ia memutuskan untuk melanjutkan ke MAN Cilacap, meskipun sebelumnya Pak Samsul, ayahnya menyarankan untuk ke SMK biar setelah lulus mudah mendapatkan kerja.

Setelah lulus dari bangku SMA tantangan kembali menghadang langkahnya. Berharap bisa kuliah dengan beasiswa bidik misi namun gagal karena tidak lolos seleksi dan kerja pun tak dapat. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi loper koran. Pekerjaan itu ia tekuni selama satu tahun sebelum akhirnya lewat SMPTN dia berhasil masuk kampus UIN.

Belajar dari pengalamannya menjadi loper koran ia merasa mampu untuk membiayai kuliahnya sendiri sehingga tak perlu menadah uang ke orang tuanya. Kecintaannya kepada membaca buku pun membuat ia tertarik untuk berjualan buku di kampusnya, lewat online. Walaupun untung yang dia dapatkan tidak seberapa tapi ia syukuri karena telah cukup menutup kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Ia mengaku usahanya itu berkat manfaat dari kesukaaannya membaca buku dan ia pun merasa senang apabila melihat orang-orang yang dikenalnya juga suka membaca buku.

Baca juga  Masyarakat Dituntut Kritis dalam Literasi Media

Selain berjualan buku, Amin juga sering kali menulis dan mengirimkan tulisannya ke media massa. Honor yang dia dapatkan lumayan untuk menabung dan membeli buku untuk dirinya sendiri. Ia menulis apa saja, dari mulai artikel mahasiswa sampai tulisan sederhana macam SST (sungguh-sungguh terjadi) yang biasa terbit setiap hari di koran Kedaulatan Rakyat. Baginya yang penting semua hal yang dilakukan mempunyai manfaat.

Tak sampai dua tahun di Jogja ia membuktikan tak hanya mampu membiayai kuliah dan hidupnya sendiri. Namun berkat usaha dan rajin menabung ia berhasil mengirimkan uang tiga juta lima ratus ribu rupiah ke orang tuanya untuk membantu mereka membuka usaha di Cilacap. Ada kepuasan tersirat di wajahnya tatkala Amin menceritan hal itu kepada ARENA.

Kehidupannya yang penuh dengan tantangan namun berhasil dilalui dengan lapang dada terinspirasi dari banyak buku yang telah ia baca dan menginspirasi hidupnya. Novel Senyum Dahlan dan Trilogi Negeri 5 Menara karya A. Fuadi banyak menginspirasi perjalanan hidupnya. Sejalan dengan cerita dalam novel itu sehingga ia pun ingin merantau dan kuliah dengan jerih payah sendiri. Selain itu kuliah baginya berarti menambah banyak teman. “Prinsip saya banyak teman banyak rezeki,” ungkapnya.

Kepada ARENA dia menuturkan bahwa sebagian dari harapannya telah tercapai, yaitu bisa kuliah dengan biaya sendiri. Tapi tak sampai di situ, dia masih menyimpan harapan terbesarnya untuk bisa membuka perpustakaan umum di desanya, membangun toko buku dan menjadi pemilik media massa. Baginya harapan-harapan tersebut harus tercapai dengan jalan dan keadaan apapun. (Nurul Elmi)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of