Interior ISI 2013 Hadirkan Kenangan Kecil Lewat Mainan

Pengunjung
Pengunjung tengah melihat-lihat karya yang ditampilkan dalam pameran “Kenangan Kecil”.

Lpmarena.com, Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) jurusan Interior angkatan 2013 bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Atma Jaya dalam rangkaian acara TIOS (Teknik Industri On the Spot) menyelenggarakan pameran Kenangan Kecil di pasar Ngasem, Sabtu (16/5). Pameran yang mengambil tema mainan ini berlangsung selama dua hari dengan memamerkan berbagai macam karya mahasiswa ISI.

Beberapa miniatur kursi, table lamp, rak buku dan skin tekstur dipamerkan dalam acara ini. Lini, seksi display pameran menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil dari tugas mahasiswa ISI. “Seperti kursi yang tempat duduknya dari batu bata itu bukan tugas kuliah, tapi memang dibuat untuk acara pameran ini,” tambah Lini.

Karya yang dipamerkan merupakan barang recycle dari limbah yang sudah tidak dipakai. “Melihat banyak barang-barang yang sudah tidak dipakai, jadi kita manfaatin untuk sesuatu yang berguna,” jelas Lini. Selain untuk dipamerkan, karya-karya ini juga untuk dijual. “Kalau secara pribadi pengen dijual, tapi kalau orang lain kan belum tentu langsung tertarik. Paling disimpen dulu, kalau tugas kampus disimpennya di kampus,” terang Lini.

Ada empat lokal pameran yang digunakan untuk memajang karya-karya mahasiswa ISI. Salah satu di antaranya, ada lokal yang khusus digunakan untuk barang-barang recycle. Bukan hanya barang-barang recycle, tetapi ada pula barang-barang baru yang dipamerkan dalam lokal ini seperti baju, kaos kaki, sepatu dan lain-lain. Selain lokal recycle disediakan pula lokal untuk permainan yang bisa dinikmati pengunjung. Beberapa permainan tersebut di antaranya adalah katapel, gasing, dan lain-lain. Di pintu keluar pameran juga tersedia dua keranjang yang berisi kelereng. Keranjang kelereng itu bergambar emoticon senyum dan sedih, agar para pengunjung mengambil kelereng dari keranjang yang dipilih sebagai rating kepuasan pengunjung. (Laila)

Baca juga  Sisi Kemanusiaan Papua Lewat “Remahili”

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of