Gerwani, Gerakan Progresif yang Diberanguskan

Lpmarena.com, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) digambarkan oleh pemerintah Orde Baru sebagai organisasi yang dilarang di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa Gerwani telah membantu PKI sehingga pantas diberanguskan.

Membicarakan tentang gerakan perempuan seperti Gerwani, Divisi Gender Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Yayasan Satunama bekerjasama dengan LPM Arena mengadakan diskusi buku berjudul Penghancuran Gerakan Perempuan, Politik Seksual di Indonesia Pascakejatuhan PKI karya Saskia E. Wierenga di Student Center, Kamis (08/10). Dalam diskusi ini dibahas Gerwani merupakan gerakan masif yang memperjuangkan gerak perempuan.

“Dulu Gerwani sangat progresif. Memberantas buta huruf, mendukung reformasi agraria, menuntut hak buruh, menolak nikah dini dan poligami,” kata Nunung Qomariah pembicara diskusi dari bidang perempuan dan politik Yayasan Satunama

Berbicara gerakan perempuan, Jamaludin Ahmad selaku pemateri dari LPM Arena menjabarkan tentang teknologi gender kaitannya tentang bagaimana sebuah wacana digulirkan. “Adanya teknologi gender yang berlaku, tapi tidak dieksplor secara rigid oleh Saskia,” ujar Jamal.

Teknolgi gender ini merujuk pada beberapa intrumen, seperti negara, buku sejarah, atau pers. Bagaimana teknologi gender bisa berdampak efektif sampai masyarakat bawah. “Ketika mau menggali beberapa bahan, arsip atau koran, kita mudah menemukan bagaimana klaim terus dilekatkan pada perempuan,” tutur mantan Pemimpin Umum LPM Arena 2014/2015 ini. (Anis N. Nadhiroh)

Editor: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Baca juga  Belajar Melawan Budaya Patriarki dari Anandhi

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of