Sambut Hari Perempuan Internasional, Seniman Jogja Gelar Pameran “Amor Fati in Absentia”

Lpmarena.com-  Dua perempuan yang menggeluti dunia seni rupa, Wara Anindyah (49) dan Seruni Bodjawati (25), menggelar pameran lukisan bertajuk Amor Fati in Absentia, Selasa malam (7/3), di galeri Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta.  Pameran yang memadukan karya sastra dan seni rupa ini digelar dalam menyambut Internasional Woman’s Day yang diperingati pada Rabu, 8 Maret.

“Karya-karya lukisan yang kami sajikan kali ini sangat berkaitan dengan isu perempuan, khususnya dalam hal cinta,” ujar Seruni Bodjawati, yang ditemui lpmarena.com, saat pembukaan pameran.

Dalam hal proses kreatif pembuatan karya, Seruni menjelaskan, seluruh lukisan merupakan hasil respon seniman atas kumpulan cerpen. Kumpulan cerpen tersebut merupakan karya Ratu Pandan Wangi dengan judul Amor Fati in Absentia.

Pengunjung sedang melihat salah satu lukisan di pameran Amor Fati in Absentia

Seruni menjelaskan, Amor fati berasal dari bahasa Latin. Amor berarti cinta, sedangkan fati berarti takdir. Jadi amor fati bisa dimaknai sebagai cinta kepada takdir.

“Paham ini dipopulerkan oleh filsuf terkenal, Friederich Nietzsche,” ujar Seruni Bodjawati.

Dari total 16 karya lukisan yang dipajang, Seruni memberi contoh terdapat beberapa lukisan yang berkaitan dengan isu perempuan. Misalnya lukisan dengan judul A Star is Born.

Lukisan dengan kanvas sebesar 200 X 145 cm itu bergambar Salvador Dali bersanding dengan istrinya yang bernama Gala Dali. Lukisan ini menceritakan bagaimana sesungguhnya inspirasi karya-karya-karya Salvador Dali justru diperoleh dari istrinya, yakni seorang perempuan asal Spanyol.

“Kisah Salvador itu menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran utama di dalam keluarga,” ujarnya.

Melalui pameran lukisan ini, Seruni menambahkan, para perupa ingin menyuarakan pada momentum hari perempuan internasional bahwa pandangan superior atas laki-laki dalam hubungan cinta harus dilawan. Sebab, hal tersebut yang melahirkan budaya patriarki.

Baca juga  Hari Perempuan

“Konsep laki-laki menjadi kepala keluarga itu perlu direvisi. Tidak ada yang menjadi superior dalam sebuah keluarga. kasih ibu adalah dasar bagi perkembangan humanisme universal,” imbuh Seruni.

 Reporter: Rimba

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of