Oleh: Ferry Fansuri* Pagi itu di Akwan Ibom seorang bocah mengais sampah untuk menyambung hidupnya. Bocah sekecil itu bertelanjang mengaduk-aduk sisa-sisa makanan di ujung jalan itu. Tubuhnya yang kurus kerontang…
sastra
-
-
Elegi Perbatasan Kita tak pernah benar-benar pergi melangkah, tangan-tangan tengadah berdiam, suara riuh memanggil dari jauh gaung pesona, jari-jari getir bergemuruh langit setia mengirimkan pecahan pelangi rintih-rintih hujan, di…
-
Balada harian Adzan subuh lirih dan terabaikan Tuhan kalah di antara dering alarm dan umpatan Terbangung dengan sisa harapan Moga hari ini takkan melelahkan Dzuhur kembali datang Terik…
-
Oleh: Soimun Galih* Pukul delapan kurang satu menit aku tiba di tempat kerja. Aku tidak menyangka kalau kios yang menyediakan buah-buahan segar di pinggir jalan itu sudah dibuka. Buah-buahan di…
-
AKU DAN SECANGKIR TEH purnama di secangkir teh mengkristal di antara reranting kering dedaunan layu menyampah satu seruput pandit-pandit penghisap diriku, kusempatkan layu pada bias warna kecoklatan yang menyemerbak…