Stasiun Tahun Lalu

Oleh : Dhedhe lotus*)   Surabaya, lekaslah tertanggalkan Aku ingin menjemput aroma manis dari sisa wangi percintaan Ah…lelaki, sajakku tiba-tiba mencarimu dalam kenang Setelah ku rindukan dadamu yang bidang -Yang telah hilang   Subuh tadi, kau masih membangunkanku Dengan kecupan Lalu pergi membawa sebongkah mimpi yang tak pernah kembali   *) Penulis adalah mahasiswa Perbandingan Agama FUSAP semester IV    

Read More

Puisi-puisi Yunita Purwandari

Oleh : Yunita Purwandari*)   Perempuan itu “Aku” Sajak rindu terurai dilarutnya gelombang malam yang sunyi. Diiringi lagu cinta bertajuk rindu. Lagu yang telah kau nyanyikan disore kala senja menyapa. Menyapa gelombang air laut yang mulai surut. Menyisakan butiran debu jejak kaki. Kau nyanyikan lagu yang bertabur serpihan masa lalumu. Kau nyanyikan dalam lingkaran warna jingga senja. Sesaat ku hanya terdiam. Dan ku suarakan nyanyian yang telah terlintas dalam benak. Benak seorang perempuan yang baru hadir dalam lingkungan kehidupanmu. Perempuan itu “Aku”. .   Abu-abu langit Indonesiaku Gedung menjulang dilangit…

Read More

Puisi-puisi La_cundekke

Oleh : La_Cundekke Panorama Waktu Aku lemparkan tubuhku dalam lautan kesunyian yang menggigilkan rupa keberadaanku. Dengan kedalaman lautan tak bertepi. Harihari menjadi lipatan waktu yang tak tersentuh alam pikir, menelan segala kenang masa lalu: masa kanak-kanak. Digilas oleh panorama waktu yang menjelma mitos sejarah. Kumasuki negeri asing, dengan sunyi yang diam-diam, kutemukan wajahku yang tak serupa dengan wajahku. Oh, alangkah asingnya wajah ini! Kupotong wajah itu dengan pisau perantuan, lalu kuambil wajah itu kumasukkan dalam celah-celah wajahku untuk melangkapi elok rupaku, tapi tak jadi-jadi juga. Di karang-karang kutemukan mata penuh…

Read More

Senja di Bau Badanmu

Oleh Asep Andri*) Bagaimana bercerita tentang gelap? Karena cerita selalu butuh kata dan definisi. Sedangkan gelap adalah hamparan tak bernama. Ia adalah nganga yang tak diketahui cahaya. Tempat ketika segala keriuhan terasa sunyi. Dan bukankah gelap adalah juga ketiadaan. Sedangkan ketiadaan adalah kematian yang tragis. Dan percayalah, Aku masih bernafas walau gelap kian menyesakan dada.  Karena ada yang selalu Ku rindukan dari segala kegelapan ini: Bau badanmu! Tapi hidup memang harus terus berlanjut walau tanpa warna dan bentuk. Dan Aku adalah orang yang dibesarkan oleh bau. Karena bagaimanapun, bau mengajariku…

Read More

PULAU IMPIAN

  Oleh: Indria*) Anak kecil berayun di senja mentari, Membayangkan masa dewasa dengan yang di damba, Saling memuji dan bergurau saat dewasa, terbayang indah dan berandai – andai, Andai kita bersama, dan menjadi bersama selamanya.   Burung berkicau di pagi hari, kututup malam bersamanya  dengan pelukan indah yang kurasa. Disela keindahan aku menangis, dan menjerit ingin berteriak dan membungkam isi jiwaku yang busuk ini lalu kubuang ketepian. Tak akan aku ambil lagi dan kutimang timang, mungkin belum waktu atau takdir yang mengatakan itu, jelas aku tak mengerti. Sungguh aku terlahir…

Read More

Puisi Makin Santosa

Kepadamulah Aku Berserah Diri Oleh : Makin Santosa*) Ya Allah … Aku harus bagaimana lagi Aku harus berbuat apa lagi Aku harus berapa kali lagi Menerima hantaman gelombang semudera sedasyat ini   Akankah aku harus berdiam diri Akankah aku harus bergegas dan berlari Akankah aku harus sabar menerima semua ini Sedang mereka terus merenggut cita untuk kepuasan pribadi Sedang mereka terus mencaci dan tak sadarkan diri   Ya Allah … Jangan kau biarkan hambamu ini Menggeliat seperti cacing tertusuk duri Jangan kau biarkan orang bodoh ini Terus menanti sesuatu yang…

Read More

Kamar 29

Oleh: Dhedhe Lotus*) Malam telah larut, aroma kehidupan desa telah sedari tadi menguap, tapi mataku tak kunjung terpejap. Nyanyian jangkrik,  kucing berahi, dan sesekali suara tikus mencricit semakin mempertegas suasana kampung halaman. Diluar sana, jalan telah lengang sejak berjam-jam yang lalu. Ini memang di desa bukan daerah perkotaan yang tak pernah terhirup sepi deru kendaraan.  Hingga ayam berkokok, mataku baru menampakan kelelahannya dan terlelap. *** Suatu siang di sebuah bus, aku duduk berdampingan dengan seorang supir yang membawa samurai di tangan kirinya. Nampak dua orang penumpang seumuranku yang duduk di…

Read More

Puisi Surya Wijayanti

Siapa yang Berani Meraung di Tengah Gelap? Oleh : Surya Wijayanti*) Gelap bukan karena malam, tapi karena kacamata hitam Sunyipun bukan karena sepi, tapi karena ironi tragedi Kenapa tak kau lepas kacamata itu? Biar nampak cahaya di pelupuk matamu Bukan hanya cahaya lilin yang menyala di terik siang Bahkan kunang-kunang yang tak mampu terbang di padang ilalang Tapi gelap, seakan kau tak melihat bagaimana ganasnya serigala itu mengoyak ribuan domba yang merumput di padang rumput gersang yang penuh dengan kerikil-kerikil tajam Mereka sekarat, tapi apa yang bisa diperbuat? Jangankan meraung untuk…

Read More

Mata Cicak

Oleh : Latifah Mustafida *)   Ruangan di hadapanku berubah lengang. Luas! Mataku mengedar pandang ke seluruh sisi. Dua bayangan samar-samar itu tampak berdiri di kedua sisi mak Inang. Yang satu di sebelah kiri, yang satu di sebelah kanan. Aku melihatnya begitu jelas, dua bayangan itu bergulat hebat, sepertinya yang satu nampak tenang- dan yang satunya meledak-ledak. Aku tak tahu siapa mereka. Tak ada mata, hidung atau apapun, hanya seberkas cahaya yang nampak silau. Hanya saja, sepertinya mereka sedang beradu mulut. Mak Inang berdiri kaku memegang parang dengan mata menyiratkan…

Read More

Puisi-Puisi A.Taufiq

Masih Setia dalam Badai Untuk Ulpe Bukan tanpa alasan kau ajak kami untuk setia singgah di perahu yang selalu dalam badai Bukan tanpa tujuan kau tahan kami untuk setia mendayung dalam gelombang dan diantara batu karang Tapi terlalu sering kami merasa sendiri, mengarungi lautan sendiri, dalam perahu sendiri Tapi memang terlalu sering kami menganggap pada akhirnya kita hanya seorang diri! Ah, ya ya, dunia memang terlalu runyam Mungkin dalam sepimu kau teteskan airmata Mungkin dalam gelapmu kau merintih dan memaki kenyataan yang terlalu sering tak bersahabat Tapi kau… dalam badaimu…

Read More